Aoleng Belar

pada kesempatan kali ini, saya akan membagi informasi tentang apa itu aoleng dan belar :
Aoleng itu kalau tidak salah ialah seperti orang setelah di putus cinta. biasanya kalau orang di putus cinta orang tersebut akan tidak wajar kelakuannya.
Belar itu kalau tidak salah adalah seperti orang minum minuman keras, mabuk, teler dan lain sebagainnya.
ini hanya menurutku saja, jika anda mempunya masukan tentang aoleng dan belar, silahkan berkomentar di bawah ini. terima kasih
NB : link harus anda kunjungi
Baca Selengkapnya » Aoleng Belar

Kiat Make-up untuk Si Chubby

Kiat Make-up untuk Si Chubby
Bagi wanita berpipi tembem atau yang bentuk mukanya bundar, sapuan make-up bisa membuat wajah terlihat lebih tirus dan tulang pipi lebih menonjol.
Anda hanya perlu menyediakan blush-on berwarna gelap dan terang, serta kuas yang tepat. Ini cara mengaplikasikannya.

Artikl terpupoler :
Baca Selengkapnya » Kiat Make-up untuk Si Chubby

Lima Tanda Anda Sebaiknya Mengakhiri Pertunangan

Lima Tanda Anda Sebaiknya Mengakhiri Pertunangan :
Enam bulan sebelum dia menikah, Melissa Smit, 24 tahun, memiliki segalanya: pekerjaan mapan sebagai direktur penjualan sebuah jaringan hotel, cintanya dengan kekasihnya yang dulu pernah bersekolah dan kemudian menjadi tunangannya Barry, dan persiapan untuk pernikahan impian.

Hingga suatu hari, kuda (hadiah pertunangan) tiba-tiba sakit. Dia membawa kuda itu ke dokter hewan setempat dan pada malam berikutnya, dia menghubungi teman baiknya dengan berita mengejutkan.

“Saya pikir saya jatuh cinta dengan dokter hewan saya,” seperti diumumkannya.

“Saya menyiapkan semuanya untuk pernikahan,” seperti dikenang kembali Melissa. “Gaun, undangan, para pengiring pengantin. Semuanya. Namun ketika saya menemuinya, saya terkagum-kagum.”

Melissa bertemu Dr.Goodall*, seorang dokter hewan dan ahli bedah kuda, yang tampan dan cerdas. “Dia sangat menyenangkan, dan saya sesungguhnya jatuh cinta dengan apa yang dia lakukan untuk menyelamatkan nyawa makhluk hidup.”

Hari berikutnya, saat dia berangkat untuk mencoba gaun pernikahan yang sudah selesai, pikiran Melissa melayang kembali ke dokter itu.

“Saya berpikir pada diri saya sendiri, ‘Yah, jika pernikahan tidak berhasil, saya bisa segera bercerai,” kenang Melissa, dengan sedikit menganggukkan rambutnya yang pirang. Dengan pikiran itu, Melissa segera menghentikan semua rencananya di tengah jalan.

“Saat itu saya langsung sadar,” kata Melissa. “Saya tidak bisa melanjutkannya.”

Walau tidak ada jumlah resmi mengenai kegagalan pertunangan, menurut artikel 2003 dalam majalah Time, diperkirakan 20-25 persen pertunangan mengalami kegagalan setiap tahunnya di Amerika Serikat. Kita semua sudah mendengar mengenai kegugupan saat pra-menikah. Namun keputusan untuk membatalkan pernikahan melibatkan lebih dari sekedar kegugupan. Itu merupakan keputusan untuk seumur hidup.

1. Anda baru sadar
Banyak wanita yang tiba-tiba mengakhiri pertunangan mereka menjabarkan “perasaan tidak enak” atau insting bahwa pria itu tidak tepat untuk mereka sejak awal, namun mereka secara sederhana menjalani hubungan yang terlalu jauh karena mereka merasa bisa membatalkan hal itu dengan mudahnya.

“Saya pikir saya selalu tahu saya seharusnya tidak menikahinya,” seperti dijelaskan salah seorang wanita yang mengakhiri pertunangannya di masa lalu dan berharap untuk tetap single. “Namun saya menunggu momen yang tepat bahwa saya bisa meyakinkan diri saya bahwa saya melakukan hal yang tepat dengan mengakhirinya.”

2. Anda mencari alasan untuk menghindarinya
“Saya menemukan diri saya sedang mencari pekerjaan yang membawa saya jauh dari kota tempat saya tinggal,” seperti dijelaskan Sarah, “Saya baru tahu saya sungguh ingin mengakhiri hubungan jika saya menginginkan pekerjaan yang bisa menjauhkan saya dari dirinya.”

3. Anda tidak ingin membuat rencana pernikahan
“Saya sudah memastikan bahwa dalam perencanaan itu tidak ada hal yang sulit dikerjakan, seperti pakaian saya,” seperti diakui Sarah. “Dari seluruh hari menjelang pernikahan itu, saya sangat ketakutan dan sesungguhnya tidak ingin membuat perencanaan apa pun.”

4. Anda selalu bertengkar sepanjang waktu
Momen pertunangan merupakan waktu yang relatif dipenuhi kegembiraan dan kebahagiaan dalam hubungan pasangan. Dan walaupun tidak bisa dibilang bahwa perencanaan menikah tidak begitu menekan (tentu saja menekan!) atau pasangan yang bahagia tidak selalu bertengkar (seperti yang terlihat!), jika Anda bertengkar lebih sering ketimbang tidak, kemungkinan ada sesuatu yang salah. Seperti Sarah pernah sebutkan, “Saya tidak ingin menjual kondominiumku jika sewaktu-waktu saya membutuhkan tempat untuk pergi ketika saya bertengkar… ada begitu banyak pertanda…”

5. Dia mengancam akan melaporkan Anda kepada polisi
Tentu saja, hal ini terdengar konyol, namun wanita yang terperangkap dalam hubungan yang diwarnai kekerasan secara fisik dan lisan, perilaku yang kemungkinan sewaktu-waktu dipandang gila mulai menjadi “kebiasaan” seiring berjalannya waktu. Bagi Sarah, setelah pertengkaran buruk yang menyebabkannya “menangis untuk ke-1000 kalinya,” sang tunangan mengancam akan melapor ke polisi terkait dirinya sebagai upaya menyadarkannya. “Saya tahu hal itu sudah terlalu jauh,” katanya.

“Saya mengatakan kepadanya saya akan mengembalikan cincinnya.”

Baca Juga artikel postingan bisnis terpopuler terima kasih.
Baca Selengkapnya » Lima Tanda Anda Sebaiknya Mengakhiri Pertunangan

Ikan Berusia 200 Tahun Tertangkap di Alaska

Ikan Berusia 200 Tahun Tertangkap di Alaska
Pada 1813, ketika James Madison menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, rakyat AS menduduki wilayah Fort George di Kanada (akibat perang 1812), dan seekor ikan karang dilahirkan di suatu tempat di Pasifik Utara.

Dua ratus tahun kemudian, ikan karang yang sama tersebut tertangkap di lepas pantai Alaska oleh seorang warga asal Seattle, Henry Liebman. Kemungkinan besar, inilah ikan karang tertua yang pernah ditangkap.

Troy Tydingco dari Alaska Department of Fish and Game mengatakan kepada Daily Sitka Sentinel bahwa rekor usia tertua ikan karang shortraker (Sebastes borealis) adalah 175 tahun, namun ikan tersebut “lebih muda dari ikan yang ditangkap Henry.”

Ikan itu memiliki panjang 83 sentimeter, sementara ikan yang ditangkap Henry memiliki panjang hampir 104 sentimeter — jadi kemungkinan besar ikan Henry lebih tua,” ujar Tydingco.

Sampel ikan tersebut sudah dikirim ke sebuah laboratorium di Juneau, untuk menentukan berapa usia pastinya.

Ilmuwan dapat memperkirakan usia seekor ikan dengan meneliti tulang telinga ikan yang dikenal dengan istilah otolit, yang terdiri dari cincin pertumbuhan (mirip dengan lingkaran tahun yang ada di dalam batang pohon).

Umur panjang hewan hingga saat ini masih menjadi teka-teki bagi para ahli biologi. Beberapa peneliti menemukan, hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dalam satu spesies cenderung memiliki umur panjang dibandingkan saudara mereka yang berukuran lebih besar. Hal ini kemungkinan karena pertumbuhan sel yang tidak normal yang disertai dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan risiko penyakit kanker.

Hewan tertua yang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup adalah kerang remis (quahog clam) yang diambil dari perairan di lepas pantai Islandia. Moluska berukuran mungil tersebut diperkirakan berusia 400 tahun.

Dengan berat 17,73 kilogram, ikan yang berhasil ditangkap Liebman kemungkinan juga dapat memecahkan rekor sebagai ikan karang terbesar yang pernah ditangkap.

“Saya tahu ikan ini sangat besar, namun saya baru tahu ikan ini memecahkan rekor ketika saya dalam perjalanan pulang — kami membaca buku panduan Alaska yang ada di dalam kapal,” ujar Liebman kepada Sentinel.

Sentinel mengatakan, Henry berencana mengawetkan ikan tersebut, agar ia dapat terus menceritakan kisah tentang ikan yang telah membuatnya terkenal tersebut.
kunjungi juga blgo
Baca Selengkapnya » Ikan Berusia 200 Tahun Tertangkap di Alaska

Sambut Ramadlan, pengikut Bonokeling jalan kaki puluhan kilometer

Sambut Ramadlan, pengikut Bonokeling jalan kaki puluhan kilometer
Ratusan pengikut Bonokeling yang berasal dari wilayah Banyumas dan Cilacap, berjalan kaki puluhan kilometer menyambut bulan Ramadlan. Mereka berjalan kaki menuju makam Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas.

Salah satu pengikut Bonokeling, Warga (45) mengatakan kegiatan ini sebagai bagian menjaga tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh leluhurnya. Dia sendiri berjalan kaki sekitar 30 kilometer dari Desa Tambakreja, Cilacap Selatan Jawa Tengah. "Kami memulai perjalanan sekitar pukul setengah empat pagi," katanya, Kamis (4/7).

Ia berjalan kaki bersama 250 warga Desa Tambakreja lainnya. Selain dari Desa Tambakreja, juga bergabung ratusan pengikut lainnya dari Desa Adiraja, Kalikudi Kecamatan Adipala dan beberapa desa di pesisir Cilacap. Dalam perjalan itu, mereka membawa pikulan berisi hasil bumi yang akan dimasak bersama untuk acara selamatan yang digelar di area pemakaman Bonokeling.

"Ada yang bawa beras, sayuran, kelapa, hasil ternak dan berbagai bumbu dapur. Semuanya dimasukkan ke dalam brokoh yang ditaruh di pikulan," ujarnya.

Juru bicara adat Desa Pekuncen, Jatilawang, Sumitro mengatakan tradisi ini sudah dijalankan turun temurun dari generasi terdahulu yang menjadi pengikut Bonokeling. "Ritual ini dilakukan setiap hari Jumat terakhir di Bulan Sadran. Selain selamatan, juga ada bersih kubur makam Bonokeling yang setiap tahunnya diikuti ribuan pengikutnya," jelasnya.

Ritual yang biasa disebut `unggahan` tersebut dilakukan di Bale Agung, kompleks makam Bonokeling. Sesampainya di kompleks makam Bonokeling, para pengikut Bonokeling yang termasuk dalam aliran Kejawen ini akan menggelar acara "muji". "Muji ini seperti semacam zikir untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa," jelas Sumitro.

Lebih jauh, Sumitro menjelaskan, tradisi "unggahan" ini awalnya digelar setiap menjelang musim tanam pada bulan Ruwah. Namun setelah masuknya ajaran agama Islam, kegiatan ini lebih dikenal sebagai "sadranan" karena digelar setiap menjelang bulan Pasa atau Ramadlan di kompleks makam Bonokeling.

Bonokeling di kalangan pengikutnya adalah sosok tokoh yang berasal dari Kadipaten Pasir Luhur yang berada di bawah Kerajaan Padjajaran atau Galuh-Kawali. Namun, tidak semua orang tahu asal muasal Bonokeling.
kunjungi juga blog
Baca Selengkapnya » Sambut Ramadlan, pengikut Bonokeling jalan kaki puluhan kilometer